Di bawah langit biru yang menyaksikan derita, Palestina, tanah suci yang dipagari peluh dan doa. Di perbatasan mimpi dan kenyataan yang teriris, Kau tegak seperti pohon, kokoh dan berjuang.
Jeritanmu memecah senyap malam, Sebuah lagu kesedihan dan kegigihan. Di antara reruntuhan, masih bersemi harapan, Palestina, kau adalah kisah perlawanan.
Bukalah mata dunia, lihatlah penderitaan mereka, Anak-anak yang tumbuh di tengah reruntuhan. Namun, di hati mereka tetap berkobar semangat, Palestina, kau adalah kisah ketahanan.
Darahmu meresap dalam tanah yang tandus, Sebuah catatan keberanian yang takkan pudar. Meski duka melanda, kau tetap berdiri, Palestina, kau adalah kisah keadilan.
Doa-doa terbang bersama angin, Mencari keadilan, kebebasan, dan perdamaian. Palestina, dalam setiap langkahmu, Kau menuliskan epik perjuangan yang abadi.
Meski air mata mengalir di matahari terbenam, Palestina, kau tetap menatap masa depan. Dalam pelukan tanahmu yang penuh sejarah, Kau bersatu, kuat, dan tak tergoyahkan.
Palestina, kami mendengar jeritanmu, Di antara langit dan tanah yang merindu. Dalam puisi ini, terukir harapan dan doa, Agar kedamaian menyapa, Palestina tercinta.
